Kegiatan edukasi seputar film pendek La Femme papillon
Buat objek sesuai dengan diagram konstruksi.

La Femme papillon © Les films du Nord
JudulLa Femme papillon
TemaBoneka
Genre dan kata kunciNarasi, kupu-kupu, wayang, penonton, teater
Usia (untuk film)6-11 tahun
Durasi10 min 00 s
SutradaraVirginie Bourdin
MusikGeert D'haene
ProduksiLes films du Nord (Perancis, 2003)
Memahami peran sendi.
Setelah menonton, siswa akan mengekspresikan diri tentang karakter dalam film pendek tersebut. Siapa mereka? Tokoh-tokohnya adalah wayang (disebut juga wayang, wayang atau guignol), yaitu arca yang anggota tubuhnya digerakkan oleh kabel. Namun bagaimana cara mengartikulasikannya? Bagaimana cara mereka bergerak?
Sebelum memulai kegiatan, siswa akan berbicara tentang cara kerja boneka dan sendi serta perannya. Sejarah boneka berawal dari Yunani kuno; mereka secara tradisional digunakan untuk bercerita dalam bentuk drama. Punchinelle, tokoh dari Commedia dell'arte (abad ke-15), juga merupakan salah satu wayang (teater burattini) yang paling terkenal.
Sesi 1: Mengidentifikasi Macam-Macam Sendi Tubuh Dengan menggunakan gambar siluet, siswa akan menempatkan dan mengidentifikasi sendi-sendi utama tubuh manusia. Guru dapat menyarankan kerja kelompok dan memberikan setiap kelompok boneka artikulasi yang dipasang pada batang besi.
Sesi 2: Membuat wayang, menggunting potongan-potongannya Guru akan menyarankan beberapa model wayang (diartikulasikan dengan brads). Siswa termuda akan menggunting berbagai potongan wayang pada lembaran fotokopi; orang lain akan dapat menggunakan templat dan anak yang lebih besar akan dapat membuat sendiri berbagai bagian dengan memeriksa model yang ditawarkan.
Sesi 3: Pembuatan wayang, pemasangan brads dan kabel Siswa akan merakit wayang dengan menggunakan brads. Anak yang lebih besar akan menambahkan kabel untuk menyambung sambungan.
Sesi 4: Memegang Boneka Siswa kemudian akan memegang bonekanya. Mengapa tidak menyarankan agar kelompok kecil membayangkan sandiwara dengan boneka tersebut dan kemudian menampilkannya di depan siswa di kelas atau di depan siswa di kelas tetangga. Jangan lupa! Dalang anak-anak harus disembunyikan untuk menciptakan ilusi bahwa wayang tersebut hidup dan bergerak sendiri.
Lembar kegiatan ditulis oleh: Dgedie. Temukan blog L'école des Juliettes...

