Para pelindung dan sponsor asosiasi
Terima kasih banyak kepada para pelindung dan sponsor atas dukungan moral mereka kepada asosiasi.
Serge Tisseron, psikiater, doktor psikologi dan Anggota Akademi Teknologi, adalah penulis banyak esai tentang hubungan yang kita bangun dengan gambar dan dampak teknologi baru terhadap perkembangan anak. Pada 2008 ia mengusulkan panduan '3-6-9-12' untuk pengelolaan layar yang baik dalam keluarga.
Ia menguraikannya dalam bukunya: 3-6-9-12 Menjinakkan Layar dan Tumbuh.
Serge Tisseron telah mendirikan beberapa asosiasi, khususnya asosiasi Trois, six, neuf, douze yang ia pimpin. Tujuannya adalah mendampingi orang dewasa dalam penggunaan alat digital, layar, dan internet bersama anak-anak mereka.
Ia menjadi co-penulis pendapat Akademi Sains 'Anak dan Layar' (2013) dan menerima penghargaan FOSI di Washington pada tahun yang sama.
Situsnya: http://www.sergetisseron.com
Elodie adalah bintang sejati anak-anak karena telah membawakan acara Radio Classique 'Cerita dalam Musik' selama empat tahun. Setiap malam pukul 20.00, Elodie berubah menjadi 'penjual pasir' untuk memperkenalkan penonton muda pada dongeng dan karya musik baru.
Dari acara ini lahir koleksi luar biasa yang diterbitkan oleh Gautier-Languereau. Di antara dongeng musikal terdapat 'Cinderella' dengan musik Prokofiev, 'Ibu Angsa' dengan musik Ravel, 'Coppélia' dengan musik Delibes, dan banyak lagi.
Puisi cerita, keindahan teks, orisinalitas ilustrasi, pemilihan karya musik, dan suara memesona Elodie menjadikan koleksi ini salah satu mahakarya langka untuk anak-anak.
Delphine Maury menciptakan koleksi luar biasa En sortant de l'école, serangkaian film pendek untuk penonton muda yang bertujuan mengadaptasi puisi Prancis menjadi animasi.
Delphine juga merupakan pencetus serial animasi indah Les grandes Grandes Vacances yang menenggelamkan anak-anak ke jantung pendudukan selama Perang Dunia Kedua.
Ingin berkontribusi pada penyebaran sinema otoris dan warisan sinematografi kepada penonton muda?
Ingin mendorong pendidikan seni bagi anak-anak dan demokratisasi budaya?