Films pour enfants

Menciptakan cerita seperti cacing hati

Bahasa Indonesia6-11 tahun

Kegiatan edukasi seputar film pendek Un carré pour la Biodiversité

Akhir kegiatan yang diharapkan

Mengetahui ciri-ciri dunia kehidupan, interaksinya, keanekaragamannya Berkomunikasi secara lisan dan tertulis, menumbuhkan ketepatan dan kekayaan kosa kata

Un carré pour la Biodiversité

Un carré pour la Biodiversité © CPIE du Périgord-Limousin

JudulUn carré pour la Biodiversité

TemaEkologi

Genre dan kata kunciNarasi, keanekaragaman hayati, taman, perlindungan alam, flora, spesies hewan

Usia (untuk film)3-11 tahun

Durasi05 min 45 s

SutradaraMorgane Boullier

MusikSébastien Dan

ProduksiCPIE du Périgord-Limousin (Perancis, 2015)

Kegiatan pendidikan

Memahami interaksi alam.

Film pendek ini dapat menjadi kesempatan untuk menyikapi keberadaan spesies hidup yang belum sepenuhnya dijelaskan oleh penelitian ilmiah dan kemudian mengajak anak-anak untuk menciptakan hewan atau tumbuhan imajiner dengan perilaku yang mengejutkan.

Mengapa tidak memulai dengan kisah luar biasa tentang cacing hati kecil ini!

Cacing kecil (Dicrocoelium lanceolatum) telah menemukan salah satu siklus perkembangan paling orisinal dari semua parasit: Mereka bertelur di hati domba dan telurnya, setelah berada di kotoran, dimakan oleh siput. Telur-telur tersebut kemudian berkembang menjadi larva dan kemudian dilepaskan dari siput, dimakan oleh semut yang sistem sarafnya mereka berkista. Otot-otot mandibula semut kemudian dilumpuhkan dan semut-semut yang tak berdaya itu tetap menempel di rerumputan yang mereka makan. Domba kemudian akan memakan rumput dan juga semut serta cacing kecil! Informasi lebih lanjut tentang cacing hati kecil di Wikipedia...

Mengapa tidak juga mengenalkan siswa pada gumpalan (Physarum polycephalum), baik tumbuhan, hewan, maupun jamur, yang mampu bergerak, tanpa otak tetapi memiliki ingatan. Konsultasikan artikel CNRS tentang Physarum polycephalum...

Atau ubur-ubur abadi (Turritopsis nutricula), yang mampu memperbaharui selnya seperti ubur-ubur lainnya, namun juga mampu membalikkan proses penuaannya tanpa batas. Informasi lebih lanjut tentang Turritopsis nutricula di Wikipedia...

Tahukah Anda bahwa lalat capung hanya hidup beberapa jam namun dianggap sebagai serangga bersayap tertua di planet ini?

Sekarang saatnya imajinasi anak-anak!

Ekstensi

Lembar kegiatan ditulis oleh: Christophe Defaye

Singkat, Frederico Falcão Salles. CC0
Fisarum polycephalum, Gerrit. CC0
Turritopsis nutricula, Shane Anderson. CC0