Sebuah film pendek tentang eksploitasi laki-laki tetapi juga harapan dan pemberontakan.
Memahami cerita dan tema, mengekspresikan perasaan dan mengembangkan pemikiran kritis.
1Apa adegan pertama dalam film tersebut?
Ini adalah medan perang, parit, dan kawat berduri. Seorang tentara sendirian, sebuah bom akan meledak, film dimulai.
2Apa pekerjaan Pak Cok?
Dia pembuat bom, dia direktur pabriknya.
3Apa yang Pak Cok usulkan dalam konferensinya?
Ia mengusulkan penggantian manusia dengan robot karena pabriknya tidak menghasilkan keuntungan yang cukup.
4Apa dampaknya bagi para pekerja pabrik?
Para pekerja kehilangan pekerjaan: mereka menganggur.
5Dalam film tersebut, semua pekerja terlihat sama. Hanya satu saja yang terlihat berbeda, kenapa?
Dia adalah satu-satunya yang mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap situasi tersebut. Pria ini adalah prajurit dari adegan pengantar film tersebut.
6Apa mimpi Pak Cok?
Impiannya adalah menjadi yang terkuat di dunia. Dia terbang di langit seolah-olah di atas semua orang. Kita dapat menghubungkannya dengan adegan terkenal di mana Hynkel bermain dengan bola bumi dalam film fitur The Dictator karya Charlie Chaplin (1940).
7Apa yang dilakukan Pak Cok agar mimpinya menjadi kenyataan?
Dia mengirim para pekerja berperang.
8Jelaskan kejadian pada menit 5:25.
Prajurit dalam adegan pembuka film tiba di depan pabrik dengan membawa bom; dia tidak lagi memiliki kaki. Kami mendengar pengatur waktu yang sama seperti di adegan pengantar film. Adegan pengantar film (sebelum bom meledak) terjadi antara saat para pekerja dikirim ke medan perang dan saat tentara yang kehilangan kakinya tiba di depan pabrik. Kita bisa membayangkan bahwa dialah satu-satunya yang selamat.
9Apa yang prajurit itu putuskan untuk lakukan?
Dia memutuskan untuk membalas dendam. Pak Cok terjatuh saat pengejaran dan kami menemukan bahwa dia juga robot: dia patah; ia memiliki roda gigi, bukan otak. Ia kemudian segera digantikan oleh robot lain Pak Cok. Film diakhiri dengan ledakan bom, balas dendam sang prajurit.