Seorang kakek mengumpulkan berbagai macam benda dari tong sampah di pinggir pantai untuk dijadikan kreasinya. Eksentrisitas sebagai asal mula eksklusi. Sebuah film yang sangat puitis bertema perbedaan dan pengucilan, tetapi juga persahabatan antara seorang gadis kecil dan kakeknya yang eksentrik.
Memahami cerita dan tema, mengekspresikan perasaan dan mengembangkan pemikiran kritis.
1Di mana lokasi filmnya?
Di tepi laut.
2Siapa karakter utamanya?
Seorang gadis kecil dan kakeknya yang eksentrik.
3Apa istimewanya kakek itu?
Ia menyukai angin dan membuat benda-benda yang bergerak dengan kekuatan angin.
4Di awal film, bagaimana reaksi gadis kecil itu terhadap keeksentrikan kakeknya?
Dia marah padanya.
5Bagaimana dia membuat patungnya?
Dia mengumpulkan benda-benda dari sampah dan merakitnya menjadi satu.
6Jenis benda apa yang dia kumpulkan?
Botol kaca, kaleng logam.
7Apa pendapat anak-anak lain tentang kakek?
Mereka mengolok-oloknya. Mereka pikir dia gila.
8Bagaimana reaksi gadis kecil itu terhadap ejekan anak-anak lain?
Dia marah pada kakeknya.
9Bagaimana Anda menggambarkan patung kakek itu?
Bentuknya seperti binatang dengan 2 kaki belakang dan roda depan; ia bergerak dengan kekuatan angin. Dia memiliki dua umbi untuk matanya. Dia tidak terlalu ajaib karena dia bisa membuat musik.
10Bagaimana reaksi gadis kecil itu ketika dia menemukan patung itu?
Dia bahagia dan dia memainkan musik, menari, memanjat patung.
11Apa yang terjadi pada malam hari saat badai?
Anginnya begitu kencang hingga patung itu tak kuasa menahannya dan pecah berkeping-keping.
12Apa yang dilakukan gadis kecil itu ketika dia bangun?
Dia mencari teman barunya, patung itu, dan memanggilnya dengan bersiul ke dalam botol; tapi, dia menemukan bahwa patung itu pecah pada malam hari.
13Apa akhir filmnya?
Gadis kecil itu menemukan kakeknya sedih dan mencoba menghiburnya. Dia menerima perbedaannya dan tidak lagi marah. Dia tinggal bersamanya untuk melihat laut.
14Bagaimana teknik animasi filmnya?
Sebuah kata dalam bahasa Inggris menunjukkan teknik ini: stop motion (dalam bahasa Prancis, teknik bingkai demi bingkai). Berbeda dengan kartun yang dibuat dari gambar, film menggunakan benda nyata. Prinsip stop motion adalah mengambil foto satu demi satu dan mengubah objek di antara setiap pengambilan gambar. Foto yang ditempatkan dari ujung ke ujung dan dilihat dengan kecepatan film memberikan ilusi gerakan.
15Bagaimana sutradara merepresentasikan dan menghidupkan gelombang?
Dia menggunakan lembaran kertas transparan yang dia lapisi dan gerakkan dengan kecepatan berbeda
Dibuat dengan dukungan Kementerian Pendidikan Nasional dan CNC.
Menonton film bersama keluarga, kegiatan pendidikan bersama orang tua di rumah dan dengan guru di kelas.