Komentar film: Crappy Taxidermy
Keindahan atau keindahan, sebuah konsep abstrak yang dipelajari terutama dalam filsafat estetika, merupakan tema yang dapat diakses oleh generasi muda. Apa itu keindahan? Apakah itu suatu persepsi, pengalaman indrawi atau intelektual yang memberikan perasaan senang atau puas?
Apa yang dimaksud dengan merasakan keindahan ketika berhadapan dengan seseorang, suatu benda, lukisan, patung, atau bahkan pemandangan alam? Film pendek ini akan memungkinkan anak-anak mendiskusikan gagasan relativitas keindahan.
Dunia film pendek: Crappy Taxidermy
Memahami cerita dan tema, mengekspresikan perasaan dan mengembangkan pemikiran kritis.
1Di mana lokasi filmnya?
Film ini mengambil lokasi di rumah ahli mengisi kulit binatang. Seorang ahli mengisi kulit binatang, untuk tujuan ilmiah, pendidikan atau seni, menyiapkan hewan mati untuk mengawetkannya agar tetap terlihat hidup.
2Mengapa kucing, pahlawan film, sedih di awal film?
Dia merasa dia tidak terlihat bagus dibandingkan dengan kucing di sebelahnya. Ia memiliki warna mata yang berbeda-beda, mata kiri berwarna kuning dan mata kanan berwarna biru.
3Apa reaksi kucing saat menemukan mata biru?
Ia bermimpi bisa mengganti mata kuningnya dengan mata biru dan berpikir itu akan lebih indah.
4Mengapa tikus mencuri mata biru?
Tikus ingin menunjukkan kepada kucing bahwa kecantikan itu relatif. Dia mencuri matanya karena dia tahu kucing itu akan mengikutinya dan dia memutuskan untuk mengarahkannya ke depan seekor kepiting dengan cakar yang cacat.
5Kenapa kucing itu akhirnya membuang yang biru?
Dihadapkan pada kepiting dengan cakarnya yang cacat, kucing menyadari bahwa kecantikan itu relatif dan dia baik-baik saja; jadi dia tidak membutuhkan mata baru.
Tema
Beauté
Genre dan kata kunci
Naratif, Narratif, taxidermiste, chat
Usia yang disarankan
Dari 3 tahun
Durasi
5 min 12 s
Judul
Crappy Taxidermy
Réalisation
Kevin Mei Marianne Bard Kévin Grubic Julien Pingenot Louis Robert Julien Walkowiak Kevin Mei
Musique
Daniel-Tony Marques Barreiro
Univers sonores
Vianney Aubé
Production
LISAA en 2021, France.