Ray's Big Idea adalah film pendek animasi indah yang menceritakan kisah Ray, seekor ikan yang lelah hidup di lautan purba yang padat penduduk. Bertekad untuk mengubah nasibnya, ia bermimpi menjadi ikan pertama yang berjalan di lahan kering.
Mempertaruhkan nyawanya, ia melakukan perjalanan yang penuh dengan jebakan, meninggalkan kedalaman perairan monokrom untuk menemukan kecemerlangan warna-warni dari dunia prasejarah yang masih belum dijelajahi. Saat ia berevolusi, ia menghadapi bahaya, mengalami euforia, bertemu lalat nakal, mengalami keanehan ketenaran... dan bahkan menemukan kegembiraan memiliki kaki.
Meskipun rumput di tempat lain belum tentu lebih hijau, optimisme, keberanian, dan antusiasme Ray tetap teguh.
Film pendek “Ray's Big Idea” terpilih untuk festival Takorama 2023 yang diselenggarakan oleh asosiasi Films pour enfants.
1-Siapa tokoh utamanya?
Itu amfibi.
Kata “amfibi” berasal dari kata Yunani “amphibios” yang berarti “kehidupan ganda”, karena siklus hidupnya yang meliputi fase larva akuatik dan fase dewasa terestrial.
Amfibi menghabiskan sebagian hidupnya di air dan sebagian lagi di darat.
Katak, kodok, salamander, dan kadal air adalah hewan amfibi.
2-Dimana dia tinggal?
Ia hidup di lingkungan perairan, rawa dan padat.
3-Apa yang terjadi 40 detik sebelum judul filmnya?
Karakter tersebut menemukan sinar matahari yang memberinya ide: melarikan diri dari lingkungannya dan menjelajahi hal yang tidak diketahui. Hal ini membuat kita berpikir tentang evolusi makhluk hidup.
4-Bagaimana sikap amfibi lainnya?
Mereka menyemangati karakter utama.
5-Apa perbedaan fisik utama karakter tersebut antara saat dia keluar dari air dan saat dia mencapai puncak tebing?
Kakinya lebih besar, siripnya sudah menjadi kaki.
Hal ini mengingatkan kita pada metamorfosis amfibi.
6-Apa yang terjadi pada menit 1:45 film?
Dia berlari ke sebuah tiang dan menemukan sebuah kota yang penuh dengan orang-orang yang mirip dengannya tetapi memiliki kaki yang lebih besar. Dia kaget, kaget. Dia kemudian didorong oleh kerumunan dan dilempar ke rumput.
7-Mengapa dia memutuskan untuk mencuri?
Seekor kupu-kupu membangunkannya dan dia merasa dia juga bisa terbang.
8-Apa akhir cerita film ini?
Karakter tersebut mencoba terbang tetapi gagal dan jatuh kembali ke antara amfibi.
Kembali ke titik awal.
Ekstensi dan referensi
1- Mempertanyakan dunia
- Amfibi
Berbeda dengan reptil, mamalia, dan burung yang mandiri dari air karena perlindungan embrio dan janin dalam kantung ketuban yang kedap air, amfibi harus bertelur di dalam air.
Telur menetas menjadi larva air kecil yang disebut berudu.
Selama perkembangannya, amfibi bermetamorfosis, mereka kehilangan insang dan mengembangkan paru-paru, yang memungkinkan mereka hidup di darat dan di air.
Perubahan ini juga mencakup pertumbuhan anggota tubuh, seperti kaki, dan hilangnya ekor melalui proses yang disebut “apoptosis.”
Kecepatan perubahan ini bergantung pada suhu air dan ketersediaan makanan.
Namun, mereka harus kembali ke air untuk bertelur.
Amfibi adalah hewan “berdarah dingin” dan tidak dapat mengatur suhu tubuhnya seperti hewan “berdarah panas”.
Artinya amfibi bergantung pada kondisi lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya.
- Evolusi spesies
Film ini juga akan menjadi kesempatan untuk membahas evolusi spesies dan seleksi alam seperti yang disoroti oleh Charles Robert Darwin dalam “The Origin of Species”, 1859.
Evolusi memungkinkan suatu spesies bertahan terhadap perubahan lingkungannya.
Individu yang paling mampu beradaptasi terhadap perubahan akan bertahan hidup dan bereproduksi, namun jika perubahan terjadi terlalu cepat, spesies tidak punya waktu berevolusi untuk bertahan hidup dan terjadilah kepunahan massal.
Kegiatan pendidikan yang ditawarkan oleh Bruno Pellier, Christophe dan Olivier Defaye.