Kartun untuk si kecil, untuk membuat Anda tertawa dan berpikir.
Film pendek “Zebra” terpilih untuk festival Takorama 2022 yang diselenggarakan oleh asosiasi Films pour enfants.
1-Apa yang terjadi di awal film?
Seekor zebra menabrak pohon dan kehilangan belangnya. Dia hanya memiliki dua garis tersisa.
2-Apa reaksi zebra?
Zebra merasa ngeri.
3-Mengapa zebra mencoba menabrak pohon itu lagi?
Mungkin dia berpikir ini akan membantunya mendapatkan kembali garis-garisnya.
Namun sebaliknya, setiap zebra menabrak pohon, pola bulunya berubah.
4-Apa yang terjadi selanjutnya?
Zebra berlari dan bulunya terus berganti. Terlalu sibuk memandangi bulunya, dia tidak melihat batang pohon yang menghalangi jalannya dan tersandung. Dia kemudian mencoba untuk mendapatkan kembali mantel aslinya, sia-sia, dengan melompat ke dirinya sendiri.
Guru dapat menjeda film pendek pada saat ini (2 menit) dan meminta anak-anak membayangkan kelanjutannya: apa reaksi zebra lain ketika mereka menemukan bulu zebra?
5-Bagaimana reaksi zebra lainnya saat mengetahui keaslian bulu zebra?
Mereka menyemangati zebra dan memberinya tepuk tangan. Mereka memintanya untuk mengganti mantelnya lagi.
6-Apa reaksi zebra?
Dia bangga dengan orisinalitasnya dan melompat kegirangan saat mengubah warna bulunya.
Soundtracknya bisa didengarkan secara mandiri karena banyak berkontribusi pada komedi filmnya.
Dalam ketiga film pendek Semut, Cerpen Rubah, Tikus dan Zebra, menarik untuk membandingkan keadaan awal, keadaan tokoh protagonis di awal film, hingga keadaan akhir. Bagaimana perubahan itu terjadi? Apa yang terjadi yang mengubah hidup mereka?
Ekstensi dan referensi
1- Kekayaan itu beda
- Debat/tanggapan terbuka.
“Kekayaan ada bedanya”, Albert Jacquard.
Beberapa kelanjutan cerita yang dibayangkan anak-anak pada menit ke-2 film tersebut tentu akan memberi kesan bahwa zebra lain akan mengolok-olok zebra tersebut.
Mengapa tidak mengadakan debat kecil berdasarkan konsekuensi yang dibayangkan anak-anak?
2- Garis-garis zebra
1-Mengapa zebra belang?
Kami belum tahu persis alasannya. Banyak teori, yang belum tervalidasi, diajukan untuk memahami kegunaan garis-garis.
Kamuflase: garis-garis memungkinkan zebra bersembunyi lebih baik di hutan, di antara pepohonan.
Melarikan diri dari predator: ketika kawanan melarikan diri, garis-garis zebra menyatu, sehingga mengaburkan siluet zebra di mata predator, misalnya singa.
Perlindungan terhadap lalat tsetse: lalat tsetse, yang menyebabkan penyakit tidur, yang membuat zebra lebih rentan dibandingkan hewan lain, tertarik dengan pemandangan area monokrom yang luas; oleh karena itu goresan tersebut merupakan perlindungan.
Kohesi sosial: garis-garisnya unik dan akan memudahkan untuk mengidentifikasi setiap individu dalam suatu kelompok.
Kegiatan pendidikan ditawarkan oleh Christophe dan Olivier Defaye, dengan nasehat Anne-Marie Filho.